[ SRI SATHYA SAI BABA ] : R I W A Y A T SINGKAT BHAGAVAN SRI SATHYA SAI BABA

Wednesday, November 26, 2008 · 2 comments


Kepada BPK. SIDHU PURNOMO, saya sangat berterimakasiah atas tulisan bapak tentang "R I W A Y A T SINGKAT BHAGAVAN SRI SATHYA SAI BABA ", Mungkin semua Bakta ingin mengtahui tentang "R I W A Y A T SINGKAT BHAGAVAN SRI SATHYA SAI BABA ". Untuk itu saya kutip hasil terjemahan dari bapak tentang "R I W A Y A T SINGKAT BHAGAVAN SRI SATHYA SAI BABA ". " R I W A Y A T SINGKAT BHAGAVAN SRI SATHYA SAI BABA " sangat perlu di ketahui .


Berikut "R I W A Y A T SINGKAT BHAGAVAN SRI SATHYA SAI BABA ":

SHIRDI BABA meninggalkan badan jasmaninya pada tanggal 15 Oktober 1918. Sebelum beliau wafat telah meninggalkan pesan pada seorang bhakta yang dekat dengannya yang bernama Kakasaheb Dixit, bahwa Baba akan lahir kembali delapan tahun mendatang.

Pada tanggal 23 November 1926, genap delapan tahun sejak wafatnya Shirdi Baba, di sebuah dusun kecil dan terpencil di sebelah selatan India yaitu Puttaparthi lahirlah seorang anak laki laki dari keluarga Raju. Ayahnya bernama Pedda Venkappa Raju dan Ibunya bernama Iswaramma. Bayi lahir pada saat Iswaramma selesai sembahyang pada Guru Narayana, maka anak yang yang baru lahir itu di beri nama Sathya Narayana Raju. Pada saat kelahiran Sathya banyak terjadi phenomena yang serba aneh, misalnya seekor ular kobra berada di bawah pembaringan bayi dan peralatan musik berbunyi sendir tanpa ada yang menyentuh yang terletak di bagian belakang rumah. Juga terlihat beberapa rishis( orang suci) memberi hormat pada bayi yang baru lahir itu.

Sejak awal masa kanak kanak Sathya sudah tidak mau makan makanan yang berjiwa (vegetarian). Sifatnya tidak seperti anak anak pada umumnya. Tiap hari ia rajin sekali memberi makanan pada pengemis 2. Ibunya merasa jengkel pada suatu ketika marah terhadap Sathya dan mengatakan : “Bila kau terus terusan memberi makan pada orang lain, nanti uang ibu habis dan tidak mampu lagi memberi makan padamu”. Lalu apa tanggapan Sathya ? Ia tidak mau makan beberapa waktu lamanya, ia tidak marah bahkan senyum pada ibunya sambil memperlihatkan mulutnya yang berbau harum seperti saja habis makan roti dan mentega ! Sang ibu sadar sepertinya ada makhluk yamg memberi makan padanya. Pernah terjadi ketika datang seorang pengemis yang di tolak oleh orang tuanya dan dilihatnya oleh Sathya lalu ia menangis menjerit jerit sehingga orang tuanya susah payah mencari dan memanggil kembali pengemis yang ditolak nya tadi. Begitulah wujud Prema yang sudah di milikinya sejak kecil. Sejak usia 12 tahun Sathya sudah memperlihatkan ke –Illahia-Nya, iam menciptakan prasadam (makanan kecil) dari tangannya yang kosong, membagi bagikan pada teman temannya, bahkan kembang gula, buku tulis, pensil yang diambilkan dari sebuah tasnya yang kosong!. Sejak ia berusia 10 tahun sudah menghimpun group anak anak yang diberi nama “PANDHARI BHAJAN GROUP”. Kegiatan tarian dan nyanyian nyanyian yang memuji Kebesaran nama Tuhan.

Pada tangal 23 Mei 1940, Sathya pernah mengalami keadaan tidak sadarkan diri beberapa waktu lamanya walaupun beberapa dukun ahli di panggil dan ternyata tidak ada perubahan sama sekali. Akhirnya Ia sendiri menyadarkan diri di depan banyak orang da famili, Ia menyatakan dirinya : “ Akulah SAI BABA “.

Ternyata benar, ketika beberapa pejabat desa datang dan memprotes dan minta pembuktian, Bab melemparkan bunga melati yang di genggamnya ke atas tanah dan terbentuklah huruf Telugu bertuliskan : SAI BABA”.

Pada tanggal 20 Oktober 1940, Baba meninggalkan rumah orang tuanya, ia membuang buku buku sekolahnya dan mengatakan “AKU SUDAH BUKAN MILIKMU LAGI, MAYA SUDAH PERGI, BHAKTA BHAKTAKU MENANTI KU “.

Seperginya Baba dari rumah orang tuanya, mulailah ia dengan Misi-Nya, ia berkhotbah dan pula mengajar Bhajan. Bhajan pertama kali “MAANASA BHAJARE GURU CHARANAM DUSTARA BHAVA SAGARA TARANAN”. Artinya “ Oh manas (kesadaran ingatan) yang penuh dengan khayalan, di bawah kaki Guru – menyeberang dari lautan yang penuh penderitaan kelahiran dan kematian.

Ajaran Baba bukan mendirikan suatu agama baru atau berdiri di salah satu aliran agama atau kepercayaan. Ajaran Baba ialah spiritual murni yang universal dan berintikan nilai nilai kemanusiaan dengan dasar utamanya : SATHYA/Kebenaran; DHARMA/kelakuan benar; PREMA/cinta kasih; SHANTI/kedamaian; dan AHIMSA/tidak memakai kekerasan.

Demikianlah uraian singkat tentang riwayat dan misi Baba dari zaman Puttaparthi masih merupakan dusun yang primitip hingga sekarang Puttaparthi menjadi sebuah tempat dimana orang orang datang dari segala pelosok dunia datang ke tempat ini yaitu tempat kedamaian abadi atau Pransanthi Nilayam.

( DISUSUN OLEH : BPK. SIDHU PURNOMO ).

Catatan : Shirdi meninggal th 1918

Baba lahir th 1926 , Baba akan meninggal dunia th 2022

Prema Baba akan lahir kembali th 2023

About this blog

I have come to light the lamp of Love in your hearts, to see that it shines day by day with added luster. I have not come on behalf of any exclusive religion. I have not come on a mission of publicity for a sect or creed or cause, nor have I come to collect followers for a doctrine. I have no plan to attract disciples or devotees into my fold or any fold. I have come to tell you of this unitary faith, this spiritual principle, this path of Love, this virtue of Love, this duty of Love, this obligation of Love. 4 July 1968, Baba

Site Sponsors